Artinya: Manusia tempat salah dan lupa. Kalimat manusia tempat salah dan lupa adalah pepatah bukan hadits nabi. Ini diyakini setelah dilakukan proses pencarian hadis yang dikenal sebagai takhrīj hadits. Setelah di-takhrīj, sama sekali tidak ditemukan matan hadis yang sama dengan teks di atas. Artinya, secara kesesuaian matan, ungkapan “Al
2 Dosa terbesar kedua, Membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq. Dosa terbesar berikutnya yakni membunuh jiwa yang Allah SWT haramkan, kecuali dengan haq. Yang dimaksud ialah, manusia baik yang tidak mempunyai salah apapun baik yang muslim maupun non muslim haram dibunuh tanpa adanya alasan yang dibenarkan oleh syariat.
Jika dia meninggalkan kesalahannya, maka dia saudaraku.'”. [2] Itulah mengapa, islam begitu indah. Tak ada rasa benci pada sesama muslim meskipun mereka melakukan kesalahan. Selama dia mau mengakui kesalahannya seraya bertaubat dari perbuatan itu, maka dia masih saudara kita dalam Islam. Maka, bencilah kesalahannya jangan membenci orangnya
Manusia dalam hidupnya tidak pernah terlepas dari perbuatan dosa karena manusia adalah mahkluk tempatnya salah dan lupa. dosa mempunyai hubungan yang sangat erat antara pelaku dosa dengan sang maha pencipta (khaliq) yaitu Allah Swt karena hanya Allah yang akan mengetahui dosa makhluknya secara detail.
.
hadits manusia tempatnya salah dan dosa